Postingan

Terbelenggu Opini

Gambar
                    Awan pagi ini membuatku bersemangat seperti sentosa berkabar di minggu pagi. Lalu dimana Monica bertanya dalam benakku terfikir saat pena pena ku berserakan diatas meja. "Apakah karyamu sudah selesai?" Ujar monica setelah dering ponsel aku angkat beberapa menit. "Iya kah sudah selesai, bahkan aku sangat pusing kamar tidur saja belum sempat ku rapikan. Entah setelah ini akan ku selesaikan." Sahut ku sambil mengucap suara dari kejauhan. Ponsel yang aku tinggal di meja dalam kamarku. "Ok have nice sunday in morning." Ujar monica selepas nya dia memutuskan panggiilan. "Sungguh minggu yang berantakan sekali." Ujar ku sambil membereskan pena pena yang berserakan. Selepasnya aku ingin mandi dan berkemas dengan rapi mungkin holyday bisa membuatku lebih tenang dari hidup yang berantakan ini. Air kran ini terlalu pagi aku rasakan yang ku ambil dari gayung di tangan kanan ku. "Pyok...." Suara air yang aku ambil dari ga...

Percikan Emosi Dalam Hambatan

Gambar
Beta Omega didalam kaca memancar sinar Terbatas dalam benak terkurung nan cerah Violet tercampur nitrogen dalam udara Terhirup akan memutar usia semakin menua Jantung akan berdetak dalam setiap menitnya Emosi terkunci dalam diri yang tenang Tercampur seperti adonan matcha didalamnya Semakin tercampur warna semakin pekat melekat Jika tertulis akan seperti tinta Terinspirasi derita dalam siksaan yang dalam Hanya terdiam terkunci dalam Jeritan yang terhambat dalam bendungan sampah Sampah kejahatan yang dapat di lihat sebelah mata Kebutaan akan mengubah Fana sifat dunia

Harum Mawar 72 Jam

Gambar
Tertanam dalam bumi bibit indah Perasaan yang kuncup kau siarami Bersemi setiap terkena air kesucian cinta Dalam badai 72 jam dirimu memekarkan kharisma Dalam badai membuat mu gugur selepasnya Mega kharisma mulai luntur seperti tinta Luntur tak dapat dideskripsikan  Hanya keharuman mu menjadi kenangan Indahnya 72 jam keharuman kharisma mu Setelahnya gugur perasaan duri duri mengering Sirna kering terjatuh di bumi  Dimensimu sungguh terbayang bayang dalam Kenangan keharuman mu selama 72 jam

Poem "Light The Universe"

Gambar
The universe...   Full of noise in laughter   The heart captivated by the shining betel nut   Laughter in sorrow tangled in sharp thorns   I do not know, I turn within   In the embrace of ink, I am recorded   The universe is encapsulated in a diary book   Encapsulated briefly, many pages visible   It is not that I complain about the universe   Many meanings of sorrow and laughter are hidden   The dictionary of life in the pocket of my soul   Small, like the pendant you wear   Shining in every second   The universe fades, enchanting you at every moment   --- By : Cahyon Elix's

Cerpen "Terserah Kau katakan Aku Sampah"

Gambar
Malam dimana masa masa aku di usia remaja. Sungguh nian asyik aku bercanda tawa. Setidaknya ulasan ku untuk kilas kisah dalam buku cerita ini aku bisa ukir kembali. Namun jarum jam mulai bertambah cepat berputar. Dimana di sertai ujian yang seperti badai tiba tiba menerjang rumah yang berpondasi bambu yang bertali. Setidaknya ku pernah serajin itu dan mengapa di tahun tahun ini seperti tidak pernah puas dalam perjalanan ku.  "Pena berhenti" ujar ku sambil menulis buku harian. Aku merasa jurnal ku tidak susai dengan kenyataan ini. Bahkan aku ingin kembali tanpa hanya mengenang jurnal. Dimana seharusnya perjuangan mu tidak sekecewa ini. Dimana usaha dan niatku menjadi seorang hamba seperti kecewa. Sebelumnya aku sadar jika terkadang aku tidak bisa sesabar orang lain. Setidaknya lagi untuk mengintovert diri sendiri. Namun aku juga prihatin dengan semua ini. "Hei bangun lah. Ini tampaknya sudah pagi dirimu untuk bangun kawan !" Tiba tiba aku teringat dengan suara teman ...

Galaksi Cita Asa

Gambar
Mimpi dalam pena.. Tertulis rapi namun bukan sketsa kehidupan  Seperti roda yang berputar mengelilingi masa Dalam pena ada dorongan optimis  Pena tertulis impian Dalam asa ku dalam galaksi impianku Terlihat banyak nan berkilau Dalam batin ku ingin menggapai nya Tak sudi dalam gelap kejatuhan Merintih dalam kehancuran menggebu dalam duka Layak seperti cebol yang terdiam diatas daun teratai  Mirip jauh ku lihat asa ku seperti impossible  Mega akan kah ku gapai dirimu didalam asaku Galaksinya adalah perasaan optimis dalam jiwa Namun badainya adalah rintangan Bukan ku tak mampu namun selebihnya Introvert  Dalam jiwa ku merasa tak pantas  Untukmu asa dalam citaku berduka...

Jas Merah Mempesona Bangsa

Gambar
Jejak mu dalam negeri pejuang.. Pena tertulis dalam lantunan doa - doa merdeka Pena tertulis mengabarkan untuk kabar bahagia Juang mu hadirkan Historis tak pernah pudar Abadi, tenang, setelah jas merah mempesona Pesona sejarah setiap tahunnya Bahkan semerah bunga mawar di pucuk gunung Keindahan eksotis dalam jas merah  Tak ada duanya dalam sejarah  Perjuangan mu abadi dalam bangsa Terukir abadi dalam generasi perdetiknya Merdeka dalam jiwa tetap berkarya segala bidang usaha