Postingan

Perjanjian Sang King

Gambar
  Oleh: Cahyon Elix's          Mentari bersinar menghiasi perasaan ku dengan amat senang pagi ini. Jika aku tidak bisa bersemangat seperti ini maka akankah sia sia mentari yang bersinar. Suasana derungan motor ramai di jalanan tercampur suasana ramai di pasar baru yang aku lewati. Di keramaian itu aku sangat tidak memperdulikan hal itu, headset yang aku pakai saat mengemudi sepeda motor menuju perjalanan ke sekolah. Berputar melodi juga berputar roda sepedaku, berkurang mesin Honda C70 ku dengan klasik. Bahkan tak lama kemudian aku sampai di pintu gerbang SMA Nusa Bangsa 7 Nusantara. Sangat megah sekali ini adalah Sma yang aku banggakan, saat aku dulu lulus dari SMP. Sepertinya ini adalah awal dari sekolah aku memulai semuanya. Ku matikan mesin motor dan kudorong lajunya. Tak lama saat ku parkir motor di tempatnya. Burhan sahabatku SMP tak sadar juga sama mendaftarkan menjadi siswa di SMA ini.           ...

Memori Beku

Gambar
Memori.. Beku dalam ingatan amat dalam Tak bisa kembali terulang tampak ayunan Sekilas samar clip film efek sepia berkeliling Tanpa pembeku dingin sedingin es Pinta hanya tersenyum dalam jiwa Sesungguhnya manusia tak bisa meraba Hanyalah sebuah memori yang beku Melodi sedih memancing air mata  Terlinang disetiap barisan album film Menggeliat seperti ular lalu mengikat jiwamu Hanya kau pilih hancur terlilit atau meledak Dalam jiwa nan bimbang berkecambuk Tetap pasti akan terlilit dalam memori Semakin terlilit, menjerit, menangis  Tak akan dirimu bisa melangkah dalam pelangi

Pesona Memori Lautan Emas

Gambar
Sinar Emas Terpancar dalam pinta Berkilau dari kejauhan nan amat silau Tetapi ada kecemasan di setiap sinarnya Ayunan perasaan melemah Ku terjatuh dalam sebuah nada permai Bergeming nan indah gemulai Namun ada kesedihan di dalamnya Tampak segelas pasir emas indah Namun tak bisa buatku tersenyum Tetesan air mata berlinang dan berbaris Tengelam dalam dimensi lautan emas Memori berkelas emas yang berbahaya 

Naluri Dalam Nafasku

Gambar
Kicaunya bertanya setiap fajar Tiba dalam terbitnya mentari pagi  Daku melihatnya nan indah seperti lukisan Bukan indahnya fajar yang bersinar dalam bumi Angkasa bintang malam menitip pesan untukmu  Daku tahu dalam keypad bersuara selamat pagi Mungkin fajar menjemput kiasan bahasanya kasih  Nafas terhirup tanpa terhitung penuh syukur Sekumpulan bambu melambaikan awal pagimu Dimana pintumu terbuka dimana juga auramu bersinar Percayalah kasihnya selalu menyertai Juga menyertai dalam kabar gembira bagimu If many people said to be carefull in every morning  And you and me would answer "we can do it" I'm usually used to nice feelings  And don't forget to optimism 

Terbelenggu Opini

Gambar
                    Awan pagi ini membuatku bersemangat seperti sentosa berkabar di minggu pagi. Lalu dimana Monica bertanya dalam benakku terfikir saat pena pena ku berserakan diatas meja. "Apakah karyamu sudah selesai?" Ujar monica setelah dering ponsel aku angkat beberapa menit. "Iya kah sudah selesai, bahkan aku sangat pusing kamar tidur saja belum sempat ku rapikan. Entah setelah ini akan ku selesaikan." Sahut ku sambil mengucap suara dari kejauhan. Ponsel yang aku tinggal di meja dalam kamarku. "Ok have nice sunday in morning." Ujar monica selepas nya dia memutuskan panggiilan. "Sungguh minggu yang berantakan sekali." Ujar ku sambil membereskan pena pena yang berserakan. Selepasnya aku ingin mandi dan berkemas dengan rapi mungkin holyday bisa membuatku lebih tenang dari hidup yang berantakan ini. Air kran ini terlalu pagi aku rasakan yang ku ambil dari gayung di tangan kanan ku. "Pyok...." Suara air yang aku ambil dari ga...

Percikan Emosi Dalam Hambatan

Gambar
Beta Omega didalam kaca memancar sinar Terbatas dalam benak terkurung nan cerah Violet tercampur nitrogen dalam udara Terhirup akan memutar usia semakin menua Jantung akan berdetak dalam setiap menitnya Emosi terkunci dalam diri yang tenang Tercampur seperti adonan matcha didalamnya Semakin tercampur warna semakin pekat melekat Jika tertulis akan seperti tinta Terinspirasi derita dalam siksaan yang dalam Hanya terdiam terkunci dalam Jeritan yang terhambat dalam bendungan sampah Sampah kejahatan yang dapat di lihat sebelah mata Kebutaan akan mengubah Fana sifat dunia

Harum Mawar 72 Jam

Gambar
Tertanam dalam bumi bibit indah Perasaan yang kuncup kau siarami Bersemi setiap terkena air kesucian cinta Dalam badai 72 jam dirimu memekarkan kharisma Dalam badai membuat mu gugur selepasnya Mega kharisma mulai luntur seperti tinta Luntur tak dapat dideskripsikan  Hanya keharuman mu menjadi kenangan Indahnya 72 jam keharuman kharisma mu Setelahnya gugur perasaan duri duri mengering Sirna kering terjatuh di bumi  Dimensimu sungguh terbayang bayang dalam Kenangan keharuman mu selama 72 jam