Senin, 02 Februari 2015

demi kawan

sekilas cepen


Demi kawan

                Siang hari waktu saat dimana kami berenam ingin melihat kawan kita yang saat itu habis kecelakaan. Kami berenam yang bernama Yono, Anto, Yudi, Nurus, Lia, Tika. Kami berangkat setelah bel pulang sekolah sudah di bunyikan, (TENG _PELAJARAN HARI INI TELAH SELESAI, SAATNYA UNTUK PULANG_TENG –TENG-TONG) bel pun sudah berbunyi, lalu ketua menyiapkan untuk doa pulang bersama.
                Sesudah itu, Lia dan Nurus meminta denah rumah Ifah kepada kakak kelas yang rumahnya dekat pada nya. Yono dan kawan lainya menunggu di depan kelas.
“ jadi, njenguk nggak ?” kata Anto. “ jadi sech jadi, tunggu dulu !! emang kamu sudah tahu rumah nya Ifah to ?” kata Yono. “sabar donk An !!!” kata Tika. “ Lha tuh ! sudah , ayoh !!!” kata yono.
                Kami pun bergegas berangkat dikarenakan mendung yang hitam lebat, takutnya nanti terburu hujan. Kami bersepeda motor dengan penuh rasa ingin tahu pada teman kami Ifah yang sakit di rumah.
                Lama – kelamaan sudah ada beberapa desa kami lewati, tetapi waktu ada di desanya Ifah yang banyak terdapat dusun – dusun, kami berhenti disuatu tempat (dengan penuh rasa takut tersasar).
                “ lho , kenapa berhenti ?!” kata Yono. “ gini lhoh Yon, didenah ini kok ada gambar pertigaan , tetapi kita sekarang di perempatan !? “ kata Lia. “heh, aku kira kita terlanjur ke timur deh, mungkin pertigaan yang ada tugunya tadi !!” kata Tika dengan penuh rasa yakin.
                 Kita kembali kepertigaan yang terlanjur kita lewati, lama – kelamaan ketemu juga rumah Ifah. Kami datang dengan rasa prihatin kepada Ifah.
                “heh, kenapa fah, kamunya ?” kata Lia yang merasa prihatin karna teman sebangkunya. “ nggak papa kok Ya, Cuma lecet sedikit nih ! “ kata Ifah dengan tersenyum. Kita pun mengobrol dulu dengan menceritakan kegiatan di sekolahan waktu Ifah tidak masuk tadi.
                Setelah lama mengobrol, kami semua berpamitan pulang pada Ifah. “ cepet sembuh ya, kamunya ?” kata Lia sambil masih dengan rasa prihatinnya. “ udah gak papa kok Ya, Makasih ya ! kalian juga makasih sudah mau jenguk aku , hehehehehe” kata Ifah sambil tersenyum.
                Saat pulang Yono pun bertempat di depan saat mengendari sepeda motor. Lama – kelamaan Yono, Anto, dan Yudi tak sadar bahwa mereka mengendari sepeda motor terlalu cepat. “ lhoh To? Lainnya mana ?” kata Yono dengan penuh gelisah. “ ya nggak tahu Yon aku, orang aku tadi ikut kamu terus !!1 “ kata Anto. “ aduh, tewas riwayat kita !!!” kata yudi. Mereka pun mengelilingi dari desa kedesa yang tak diketahui oleh mereka.
                “eh, ada patung nih! Poto dulu yok?” kata yono sambil menghibur Yudi dan Anto degan rasa gelisah mereka. “ ayoh – ayoh, Yon !! “ kata Anto. Mereka ber foto untuk menghilangkan rasa gelisah mereka.

yono dengan rasa percaya dirinya.


Anto dengan gayanya yang keren.

                
Sesudah berfoto – foto, mereka melanjutkan perjalanan, dan setelah berkeliling – liling tadi tampaknya mereka  menemukan sebuah tempat untuk beribahdah. Mereka bertiga pun beribadah bersama – sama.
                Sesudah beribadah, Tika pun menelfon Yono. “ Yoon, dimana kalian ?” kata Lia dengan rasa khawatir. “ya, ya tunggu kamibertiga  akan kembali kerumah mu kok Ya, untuk mengambil tas!! “ kata Yono. “ apa perlu aku jemput kalian jika kalian tersesat di situ !!!” kata Lia dengan penuh rasa khawatir.
                Sesudah telepon tadi mereka melanjutkan perjalanan. Berkeliling kesana kemari , mereka tidak menemukan, dan lama – kelamaann mereka ingat dan hafal jalannya. (rungk – rungk – rungk, bunyi sepeda motor mereka sudah berhasil kembali kerumah Lia mengambil tas mereka). “heh, kalian tuh jadi cari – carian aja ?” kata Lia sambil marah – marah tak jelas. “ ya, ya ., Ya lia, maafkan kami bertiga, sudah ya mau pamit dulu kami bertiga !! makasih dah peduli kami, hehhehehe” kata Yono. “ ya, sama –sama Yon !!, hati – hati ya kalian !!!” kata Lia. “oke zip !! “ kata Yudi.
Mereka pun pulang dan mendapatkan wawasan tentang pengetahuan jalur – jalur jalan desa.


“sekian”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar