Sabtu, 31 Januari 2015

elektrolit dan non elektrolit

Mengetahui larutan elektrolit dan non elektrolit



DHN.jpeg







X – MIA 4
Di susun oleh :


Egy Pratama Putra S         (13)
Eka Nurul Latifah              (14)
Ekky Aduma Putra            (15)
Erike Devi Febriana          (16)
Felix Rio Cahyono              (17)
Hanifah Delima N              (18)





UPTD SMA NEGERI 3 NGANJUK
TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015




KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi robbil ‘alamin puji syukur saya ucapkan ke hadirat ALLAH SWT karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas kimia menjelaskan tentang “LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NON ELEKTROLIT”.
Bu Nanik Martiwi: selaku guru pembimbing kimia yang telah memberikan saran atau informasi tentang makalah ini sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sempurna.
Dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya menyelesaikan makalah ini yang telah memberikan saran atau informasi tentang makalah ini. Semoga dengan makalah ini siswa bisa memahami tentang  “LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NON ELEKTROLIT” karena dalam makalah ini banyak jelaskan tentang macam macam contoh larutan dan keelektrolitannya.
          Dalam menentukan berbagai penjelasan dan keterangan makalah agar siswa mampu memahami dengan baik dan benar. Untuk itu, saya membutuhkan saran dan kritik dari para pembaca. saya mohon maaf apabila ada salah kata yang tidak berkenan untuk di baca dan tidak berkenan di hati para pembaca.









Penulis                     

kelompok 3                 



Bab I
PENDAHULUAN



1.     Latar belakang
Dapat mengetahui larutan yang dapat menghantarkan listrik dan yang tidak dapat menghantarkan listrik

2.     Tujuan
Untuk mengetahui larutan yang bersifat elektrolit dan non elektrolit. Selain itu, untuk menyatakan kebenaran bahwa larutan yang bersifat elektrolit benar – benar dapat menghantarkan arus listrik.

3.     Rumusan Masalah

Rumusan masalah:
Bagaimana gejala-gejala hantaran listrik berbagai larutan dalam air ?
                Hipotesis :
Jika lampu menyala, ada gelembung gas maka menunjukkan larutan elektrolit.


Alat dan bahan :
1.     Gelas aqua 100 Ml
2.     Bohlam 1,5V
3.     Baterai besar 3-4 buah
4.     Batang Elektroda Karbon 2 buah
5.     Kabel 1 meter
6.     Tisu
7.     Air leding
8.     Air biasa/ Air PAM
9.     Air jeruk
10.       Air garam
11.       Air sabun
12.       Air kapur
13.       Air sumur
14.       Asam klorida/asam lambung   : HCl
15.       Asam sulfat/air aki                            : H2SO4
16.       Asam asetat/cuka                     : CH3COOH
17.       larutan urea                                       : {CO(NH2)2}
18.       Larutan Gula                                     : (C12H22O11)
19.       Larutan Etanol
20.       Larutan Natrium Hidroksida   : NaOh
21.       Larutan NaCl




Cara Kerja




1.      Siapkan Alat dan Bahan
2.      Rangkai alat Uji seperti gambar
           

3.      Pastikan Lampu dapat menyala dengan baik
4.       Masukkan kira-kira 50 ml larutan HCl ke dalam gelas kimia dan diuji daya hantarnya. Catat apakah lampu menyala atau timbul gelembung gas pada elektroda.
5.      Bersihkan elektroda dengan air dan keringkan dengan tisu. Dengan cara yang sama, ujilah daya hantar larutan-larutan yang tersedia.
6.      Lakukan analisi dan berikan kesimpulannya.





















Bab II
Landasan Teori



I . Pengertian larutan

Larutan  adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi.
Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti garam atau gula dilarutkan dalam air. Gas juga dapat pula dilarutkan dalam cairan, misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi (campuran logam) dan mineral tertentu.
Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam, basa, dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit.
2. Larutan Elektrolit dan Non elektrolit
           Larutan dapat digolongkan kedalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat mengahantarkan arus listrik, sedangkan larutan Nonelektrolit tidak dapat mengantarkan arus listrik. Apakah yang menyebabkan larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?
           Berdasarkan percobaan dilakukan oleh svante agust Arrhenius (1884),seorang ahli kimia berkebangsaan swedia, diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan pada suatu larutan akan terjadi proses ionisasi (penguraian) yang menghasilkan ion-ion.
           Terjadi pada zat padat ionik yang dilelahkan. Ikatan ion terputus pada saat pelelehan dan terurai menjadi ion-ion. Misalnya, senyawa NaCl(l), KCl(l),dan CaO(l) dapat menghantarkan arus listrik, tetapi NaCl(s), KCl(s), dan CaO(s) tidak dapat menghantarkan arus listrik. Peristiwa penguraian suatu larutan atau lelehan menjadi ion-ion yang bergerak bebas inilah yang memungkinkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik.

           Sebaliknya, larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena dalam larutannya tidak menghantarkan ion-ion. Jadi, dengan kata lain, larutan elektrolit adalah larutan yang didalamnya mengandung ion-ion, sedangkan larutan nonelektrolit tidak mengandung ion-ion.

3.    Jenis larutan elektrolit berdasarkan daya hantar listrik
        Pada pengujian daya hantar listrik suatu larutan terlihat beberapa hal, diantaranya lampu menyala terang dan ada gelombang gas, lampu menyala redup atau tidak menyala  tetapi ada gelembung gas, serta lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung gas. Bagaimana mekanisme ini terjadi? Perhatikan mekanisme hantaran listrik pada hantaran listrik pada larutan HCl berikut?
      Larutan HCl di dalam air teruarai menjadi kation (H+) anion (Cl).terjadinya hantaran listrik pada larutan HCldisebabkan ion-ion H+ menangkap electron pada katode dengan membebaskan gas hydrogen, sedangkan ion-ion Cl- melepaskan elektron pada anoda dengan menghasilkan gas klorin. Perhatikan gambar disampimg?
      Larutan garam yang kadar garam terlarutnya lebih banyak menghasilkan nyala lampu yang lebih kuat (terang) jika di bandingkan dengan larutan yang kadar garam terlarutnya sedikit. Hal ini menunjukan bahwa daya hantar listrik pada suatu larutan sanagat bergantung pada jumlah ion yang terlarut, makin baik larutan elektrolit tersebut.
      Berdasarkan daya hantar listriknya,larutan elektrolit terbagi atas dua jenis, yaitu:
a.       Larutan elektrolit kuat
b.      Larutan elektrolit lemah
      Larutan elektrolit kuat adalah zat elektrolit zat elektrolit yang teruarai sempurna dalam air menghasilkan ion-ionnya. Larutan elektrolit kuat mempunyai derajat ionisasi (a) = 1. Derajat ionisasi adalah banyaknya mol zat yang terurai dibagi dengan mol zat mula-mula, atau dirumuskan dengan persamaan matematis.
      Larutan elektrolit lemah adalah zat elektrolit yang terurai sebagaian dalam air menghasilkan ion-ionnya. Derajat ionisasi larutan elektrolit lemah berkisar antara 0 dan 1 (0 < a < 1).
      Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan perhitungan mengenai kedua jenis larutan tersebut. Misalnya, larutan NaCl dengan derajat ionisasi (a) = 1 dan larutan cuka (CH4COOH) dengan derajat ionisasi (a) = 0,01, dengan jumlah mol kedua zat tersebut sama, yaitu 2 mol.
1)      NaCl(aq)  : Jumlah mol ion yang terbentuk = 4 mol.
2)      CH3COOH : Jumlah mol ion yang terbentuk = 0,04 mol
      Ternyata, larutan NaCl menghasilkan ion yang lebih banyak dari pada larutan cuka. Oleh karena itu, NaCl disebut elektrolit kuat, sedangkan cuka disebut elektrolit lemah. Contoh lain larutan elektrolit kuat adalah larutan HCl, larutan soda api (H2SO4). Larutan elektrolit lemah contohnya larutan H2S dan larutan amonia (NH3).
a)      Larutan elektrolit kuat, contohnya HCl, HNO3, dan H2SO4.
b)      Larutan elektrolit lemah, contohnya CH4COOH dan NH4OH.





































BAB IV
Pembahasan






NO
Bahan Yang Diuji

Gelembung

Nyala Lampu

Nama Larutan
Banyak
Sedikit
Tidak Ada
Terang
Redup
Tidak Menyala
1.
Air Sabun




2.
Air Jeruk




3.
Air Garam




4.
Air Kapur




5.
Air Sumur




6.
Air Ledeng




7.
Air Cuka




8.
Air Hcl




9.
Air Urea




10
Air NaOH




11.
Air Gula




12.
13.
14.
Air Etanol
Air Biasa
Air H2SO4







Contoh beberapa reaksi ionisasi dari larutan-larutan elektrolit adalah sebagai berikut :
NaCl(aki)                                    Na+(aki) + Cl-(aki)
HCl(aki)                                                H+(aki) + Cl-(aki)
NH4OH(aki)                                 NH4+(aki) + HO-(aki)
CH3COOH(aki)                           CH3COO-(aki) + H+(aki)
               Air Kapur                                    Ca2+(aki) +2OH-(aki)
               Air Sumur                                    H+(aki) + OH-(aki)
     Air Ledeng                                   NaOH                  
               Air Cuka                                               CH3COO-(aki) + H+(aki)
    Air biasa                                       NaOH







Analisis :


Berdasarkan tabel 1
1.      Gejala apakah yang menandai hantaran listrik melalui larutan?
Jawab:
Adanya gelembung gas yang banyak.

2.      Diantara bahan yang diuji, bahan manakah yang tergolong larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit ?
Jawab :
Elektroli t kuat = HCl dan NaOH, elektrolit lemah = cuka dan NH4OH, Nonelektrolit = Gula, urea,air teh.

3.      Sebutkan ciri-ciri dari larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah yang dapat diamati dari percobaan tersebut!
Jawab:
Elektrolit  kuat = lampu menyala dan gelembung gas banyak. Elektrolit lemah = lampu tidak menyala tapi terdapat sedikit gelembung gas.


























BAB v
PENUTUP

A.      Kesimpulan
a)      Tidak semua larutan menghantarkan arus listrik.
b)      Larutan tidak dapat dipisahkan menurut komponennya masing-masing.
c)      Larutan tergolong dalam 3 jenis yaitu :
  Elektrolit kuat
  Elektrolit lemah
  Nonelektrolit
d)   Timbul gelembung-gelembung pada ujung elektrolit.

B.  Saran

          Saran yang dapat penulis sampaikan adalah agar pembaca dapat mengetahui betapa pentingnya percobaan elektrolit dan nonelektrolit untuk menjadi pengganti alternative energy listrik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar